Selasa, 23 April 2013

MAMA (2013)


MAMA
(A Mother’s Love Is Forever)

Producer      : Guillermo Del Toro - J. Miles Dale - Barbara Muschietti
Director         : Andrés Muschietti
Writers           : Andrés Muschietti - Barbara Muschietti – Neil Cross
Casts             :
1. Jessica Chastain
2. Nikolaj Coster-Waldau
3. Megan Charpentier
4. Isabelle Nélisse

D.O.P             : Antonio Riestra
Editor             : Michele Conroy

Genre                         : Horror - Mystery
Distributor                : Universal Pitures
Release Date           : 18 Januari 2013
Running Time         : 100 Min
Country                     : Spain/Canada
Official Site               : www.mamamovie.com


     Jeffrey (Nikolaj Coster-Waldau) dan Annabel (Jessica Chastain) telah kehilangan  ke-2 keponakannya 5 tahun yang lalu sedangkan kedua orang tua mereka sudah tiada. Setelah dicari-cari dengan usaha yang luar biasa akhirnya ketemu lah kedua keponakannya, Victoria (Megan Charpentier) dan Lily (Isabelle Nélisse) yang ternyata masih hidup setelah 5 tahun hilang, namun berkelakuan aneh seperti manusia setengah binatang. Mereka mendapatkan perawatan intens dengan Hypnoteraphy agar mereka kembali sempurna layaknya manusia normal biasa. Setelah lulus perawatan Jeffrey dan Annabel pun membawa kedua keponakannya pulang dan mengasuh mereka. Keanehan-keanehan pun terjadi. Jeffrey yang masuk rumah sakit karna terjatuh dari tangga membuat Annabel harus berjuang melawan keanehan-keanehan tersebut sendirian.


     Film yang diadaptasi dari film pendek berjudul sama yang beredar di internet sudah membu at saya ketakutan. Dengan pengambilan gambar yang long-take itu sudah membuat saya jatuh cinta dengan MAMA. Setelah tau film panjangnya akan dibuat saya pun sangat senang sekali. Film pendeknya saja sudah membuat saya takut, bagaimana dengan film panjangnya? Tapi ketakutan saya yang sudah saya persiapkan untuk menonton film panjangnya lenyap.
     Awal mula film ini memunculkan sosok Mama, yang terlintas di pikiran saya adalah “kok kaya filmnya Koya Payago ya?” anda tau kan film-film Koya Payago yang selalu mengeksiskan si setan. Film ini persis seperti itu. Dan ketakutan saya lenyap ketika awal mula setan muncul lalu datanglah kebosanan yang amat sangat melanda diri saya. Saya mulai mengantuk menontonnya bahkan ketika sang setan sedang mengageti penonton. Sedangkan kedua teman saya sudah menutup matanya karna ketakutan. Sedangkan saya biasa-biasa saja. Kebosanan dan ngantuk saya hilang ketika scene Lily dan Victoria turun dari tangga persis seperti film pendeknya. Karna saya suka sekali sinematografi dan setannya ketika adegan tersebut yang berarti saya lebih mencintai film pendeknya daripada film panjangnya.


      Tapi saya salut. film ini berhasil membawa banyak orang ke bioskop dan rata-rata selalu full. bahkan pemutaran di jam terakhir pun masih full. dan kabarnya mendapatkan penonton sejumlah 1jt di Indonesia. WOW

IMDb Rate     : (6,6/10)
My Rate         : (6/10)




Did You Know ?
- film mama diadaptasi dari film pendek berjudul sama dan dalam film pendek menggunakan bahasa Spain.

Quotes
- A ghost is an emotion benr out of shape, condemned to repeat itself time and time again.
- Victoria! Come! Mama!

Trailer

Poster Lain
 

Jumat, 12 April 2013

Paranormal Activity 4 (2012)



PARANORMAL ACTIVITY 4
(It's Closer Than You Think) 

Producer      : Oren Peli & Jason Blum
Director         : Henry Joost & Ariel Schulman
Writers           : Christopher Landon
Casts             :
1. Kathryn Newton
2. Katie Featherson
3. Matt Shively
4. Brady Allen
5. Aiden Lovekamp

D.O.P             : Doug Emmet
Editor             : Gregory Plotkin

MPAA Rating           : R
Genre                         : Horror
Production               : Blumhouse Production
Distributor                : Paramount Pictures
Release Date           : 19 Oktober 2012
Running Time         : 88 Min / 96 Min (Unrated Ver)\
Country                     : USA
Official Site               : www.paranormalmovie.com

     Hilangnya Hunter yang masih bayi terekam oleh cctv di kamarnya dan ternyata dibawa oleh auntienya, Katie (Katie Featherston) yang kayanya sih kesurupan ketika bawa si Hunter. Soalnya pandangannya kosong dan bajunya bersimbah darah gara2 di film pertamnya PA1. Saya lupa PA1 & PA2 mengambil latar di tahun berapa, pokoknya di tahun 2011 Katie dan anaknya Robbie (Brady Allen) baru saja pindah rumah ke depan rumah Alex (Kathryn Newton) yang mempunyai hobi merekam apapun yang terjadi dengan handycamnya bersama teman baiknya Ben (Matt Shively). Suatu hari Robbie datang kerumah Alex. Ibu Alex menjelaskan bahwa Robbie akan menginap beberapa hari dirumahnya karena ibunya (si Katie) masuk rumah sakit. Selama Robby menginap dirumahnya,  Alex merasakan hal-hal yang tidak wajar dari Robbie. Ben pun mengusulkan untuk merekam kegiatan sekeliling rumah dan kamar untuk memantau apa yang dilakukan Robbie saat malam hari. Dan uniknya disini merekam semua kegiatannya menggunakan laptop. Satu dikamar Alex, satu dikamar Wyatt (Aiden Lovekamp) adik Alex yang mulai ikut-ikutan aneh karna Robbie lalu di ruang tv dan di dapur. Banyak ye laptopnye.


     Apa sih yang kalian pikirkan kalau Paranormal Activity dibuat (lagi) sekuelnya? Bagi yang ga suka mungkin akan kesal sendiri kenapa film ini terus menerus dibuat sekuelnya. Kalau bagi saya sendiri, saya cukup menunggu kelanjutan kisahnya. Karna PA sendiri menurut saya membawa peningkatan di sekuelnya. Terutama di PA3 yang paling saya suka. Dengan alur yang balik ke masa lalu jauh dari film yang pertama saya merasa PA3 memiliki kekuatan tersendiri dibanding film-film sebelumnya. Lalu bagaimana dengan PA4. Sudah pasti saya mengharapkan yang lebih dari PA3. Dan nyatanya setelah selesai nonton film ini Cuma tiga kata yang keluar dari mulut saya. “SH*T! Boring banget”.


     Kenapa saya bisa bilang seperti itu? Karena menurut saya para pembuat PA sudah mulai kehabisan ide ceritanya  tentang kelanjutan misteri ini tetapi tetap dipaksakan produksi PA4 , sehingga hasilnya jauh dari kata maksimal, memuaskan dan menyeramkan. Yang timbul hanyalah kebosanan, kebosanan dan rasa ngantuk. Para pemain dalam film ini juga tidak terlihat natural seperti yang sebelumnya. Disini semua terlihat seperti berpura-pura alias acting, so tidak ada rasa menyeramkan sama sekali sepanjang film. sangat disayangkan sekali film yang harusnya jauh lebih punya kekuatan setelah PA3 ini malah mempunyai kualitas yang cukup buruk dibawah PA1. Twistnya juga tidak begitu terasa. Ternyata PA4 yang mempunyai kualitas yang terbilang cukup buruk ini mendapatkan pendapat yang cukup banyak dari budget yang sangat minim sekali. dan PA akan (tetap) dibuat sekuelnya (lagi). Kita lihat saja apakah PA5 berhasil maksimal, memuaskan dan menyeramkan kita? Kita tunggu.

My Rate         : (5/10)
IMDb Rate     : (4.4/10)


Tagline
- It’s Closer Than You Think
- All The Activity Has Led To This …


Box Office
Budget                       : $5,000,000 (estimated)
Opening Weekend  : $29,003,866 (3.412 Screens)
Gross                          : $53,745,414


Trailer



Sumber: www.IMDb.com

Bangun Lagi Dong Lupus (2013)


BANGUN LAGI DONG LUPUS

Producer      : Eko Patrio
Director         : Benni Setiawan
Writers           : Hilman Hariwijaya & Benni Setiawan
Casts             :
1. Miqdad Addausy
2. Acha Septriasa
3. Kevin Julio
4. Jeremy Christian
5. Alfie Alfandy
6. Fabila Mahadira
7. Dddy Mizwar
8. Didi Petet

D.O.P             : Gunung Nusa Pelita
Editor             : Endja N Prabowo

Genre                         : Comedy - Drama - Romance
Production               : Komando Pictures
Release Date           : 4 April 2013
Running Time         : 106 Min
Country                     : Indonesia

     Siapa yang tidak kenal dengan karakter Lupus yang sempat eksis dan menjadi trendsetter di kalangan remaja pada tahun 90-an. Saya yang lahir tahun 94 dan tau Lupus saat masih kecil pun bisa merasakan betapa eksisnya si Lupus ini pada masanya. Terlebih kakak saya yang saat itu masih SMA sangat menyukainya dan mengoleksi beberapa novelnya yang sangat terkenal karya mas Hilman Hariwijaya ini.


     Lupus (Miqdad Addausy) adalah seorang siswa SMA yang hobi makan permen karet baru saja masuk di sekolah barunya. Di perjalanan menuju sekolah, dia bertemu dengan Poppie (Acha Septriasa) yang ternyata ingin menuju sekolah yang sama, SMA Merah Putih. Karna sifat Lupus yang supel dan humoris, mereka berdua pun langsung akrab. Setelah sampai di sekolah, Lupus di hadang oleh Daniel (Kevin Julio) dan geng-nya karna telah berani dekat dengan pacarnya Poppie. Poppie sendiri sebenarnya sudah jenuh dengan sifat Daniel yang susah untuk dipercaya hingga akhirnya Poppie memutuskan Daniel karna ia merasa nyaman bila berada dekat dengan Lupus. Disisi lain, Lupus mempunyai teman-teman baru yang sudah mulai akrab, mereka adalah Boim (Alfie Alfandy) pria yang tidak bisa serius, kocak dan asal-asalan, Gusur (Jeremy Christian) pria gendut yang cinta sastra sehingga ngomonya selalu puitis, dan Anto (Fabila Mahadira) pria introvert yang tidak terlalu menonjol diantara mereka serta di filmnya. Mereka bertiga bersedia mengikuti kompetisi Go Green yang diadakan pemerintah dengan tujuan kalau juara, hasil yang mereka dapat, mereka gunakan untuk membantu keluarga Boim yang terlilit hutang. Namun tidak ada penyelesaian yang berarti di akhir film tentang keluarganya yang terlilit hutang.
     Mau tidak mau Lupus diseret Sang Sutradara untuk masuk ke dunia modern tetapi tidak meninggalkan ciri khas Lupus. Ada beberapa yang ditinggalkan. seperti jambul Lupus yang kurang tinggi. Tapi tidak dengan permen karetnya. Film ini terlihat sekali usahanya untuk menjadikan film remake drama-romantic-comedy tahun 90-an menjadi film yang asik, seru dan jadi trendsetter lagi di tahun 2000-an. Dari adegan pertama saya sudah mulai menebak film ini mempunyai script yang lemah tapi saya tetap bertahan untuk menontonnya. Mungkin kalau semua urusan script ada di tanngan mas Hilman sang pencipta lupus tanpa embel-embel dari mas Benny akan membuat film ini menjadi Lupus asli yang ada di era modern, bukan Lupus jaman duhulu yang dipaksakan ada di era modern.


     Saya akui, saya berhasil tertawa karna joke-joke yang lucu dan fresh. Tapi semua berputar 180 derajat ketika adegan mas Eko Patrio yang menjadi guru olahraga yang mendominasikan Poco-Poco dibanding olahraga yang lain. Sangat terlihat dengan jelas bahwa adegan tersebut hanya ingin mengundang tawa, tapi nyatanya adegan tersebut sangatlah membosankan dan tidak lucu sama sekali. Padahal mas Eko Patrio adalah produsernya, harusnya mendapatkan adegan yang cukup baik dan sedikit beda. Tapi karna pilihannya sebagai guru olahraga yang terobsesi dengan poco-poco, maka performa mas Eko menjadi fatal untuk film ini.
     Satu-satunya yang bisa dibilang berhasil menyelamatkan film ini adalah Acha Septriasa. Meskipun dibeberapa adegan dia terlihat sedikit tua tapi performanya sebagai anak SMA sangat luar biasa. Acting om Deddy Mizwar sebagai kepala sekolah juga cukup bagus. Apalagi acting om Didi Petet sebagai kakek Gusur. Om Didi tampil lucu meskipun less talk dalam film ini.
     Ini film remake yang tidak bisa dibilang berhasil tapi cukup terasa fresh dan fun. Terkecuali adegan poco-poco. Tidur lagi deh Lupus.
   
My Rate         : (6.5/10)





Sumber: www.FIlmIndonesia.or.id